Connect with us

10 Manfaat dan Khasiat Puasa Tasu’a, Sejarah, Keutamaan, Niat, Hikmah Serta Efeknya

Agama

10 Manfaat dan Khasiat Puasa Tasu’a, Sejarah, Keutamaan, Niat, Hikmah Serta Efeknya

Manfaat Puasa Tasu’a – Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh umat muslim. Bentuk puasa yang diwajibkan adalah puasa ramadhan yang dilakukan selama satu bulan penuh. Namun, sebagai umat yang baik tentu saja bukan hanya ibadah wajib saja yang dilakukan. Berburu amal sholeh dengan menjalankan ibadah sunnah juga sangat dianjurkan salah satunya dengan menjalankan puasa Tasu’a.

Puasa Tasu'a, Manfaat Puasa Tasu'a, Khasiat Puasa Tasu'a

Puasa Tasu’a merupakan puasa sunah yang mengiringi puasa ‘Asyura. Sesuai namanya, puasa Tasu’a dilakukan pada 9 Muharram. Hal ini berkaitan dengan Tasu’a yang berasal dari kata Tis’ah yang artinya sembilan.

Sejarah Puasa Tasu’a

Setiap perkara yang disyariatkan dalam islam pasti ada akar masalahnya. Pun demikian dengan puasa tanggal 9 Muharam yang disunahkan karena umat muslim harus punya sikap yang berbeda dengan kaum Yahudi.

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas menceritakan jika Nabi Shalallallahu ‘alaihi wasallam menyerukan untuk melaksanakan puasa tanggal 10 Muharram atau disebut sebagai puasa ‘Asyura. Namun, beberapa sahabat kemudian melaporkan jika tanggal 10 Muharram adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.

Loading...

Wahai Rasulullah, sesungguhnya tanggal 10 Muharram itu, hari yang diagungkan orang Yahudi dan Nasrani.”

Menjawab keluhan dari para sahabat, Rasulullah kemudian menganjurkan untuk berpuasa di tanggal 9 Muharram.

Jika datang tahun depan, insyaaAllah kita akan puasa tanggal 9 (Muharram).”

Sayangnya, belum datang bulan Muharram selanjutnya, Rasulullah sudah wafat, (HR. Muslim 1916).

Tiga Pelajaran Penting Diserukannya Ajakan Puasa Tasu’a

Dari sejarah disunahkannya puasa Tasu’a, dapat diambil tiga pelajaran penting, antara lain :

  1. Tujuan dianjurkannya melakukan puasa Tasua adalah membedakan diri dengan orang Yahudi. Seperti yang diketahui, sangat dilarang bagi umat muslim berperilaku atau berpenampilan menyerupai Yahudi.
  2. Anjuran puasa Tasu’a sudah diserukan oleh Nabi di depan sahabat. Namun belum sempat mencontohkannya karena Nabi sudah wafat ketika Muharam tahun berikutnya tiba. Sebagian ulama menyebut ibadah semacam ini adalah Sunnah Hammiyah, yaitu sunnah yang dicita-citakan (sudah diniatkan tapi belum sempat terlaksana).
  3. Puasa Tasu’a merupakan pengiring bagi puasa ‘Asyura. Jadi, tak tepat bagi umat muslim untuk berpuasa di tanggal 9 Muharam saja tanpa diiringi dengan puasa ‘Asyura keesokan harinya.

Niat Puasa Tasu’a

Segala bentuk ibadah harus disertai dengan niat. Hal ini berkaitan dengan hadist Rasulullah yang menyebutkan jika segala sesuatu bergantung pada niatnya.

Adapun niat yang dilafalkan sebelum menjalankan puasa Tasu’a adalah :

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasu’a lillahi ta‘ala.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

Niat tersebut dilafalkan sebelum waktu puasa dimulai atau belum datang waktu subuh di tanggal 9 Muharam. Namun, jika sudah datang waktu puasa 9 Muharam dan tetap ingin melakukan puasa, maka seseorang tetap boleh melakukan puasa asalkan belum makan, minum atau melakukan aktifitas lain yang membatalkan puasa selepas subuh di tanggal 9 Muharam. Pun demikian dengan puasa ‘Asyura. Tetap dibolehkan seseorang berpuasa meski melafaklan niatnya di siang hari.

Hal ini didasarkan pada pendapat Imam Syafi’i. Beliau berpendapat jika kewajiban berniat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Sedangkan untuk puasa ‘Asyura atau Tasu’a diperbolehkan niat kapanpun ketika hati berkehendak.

Adapun niat berpuasa Tasu’a atau ‘Asyura jika dilafalkan selepas subuh adalah :

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â awil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau ‘Asyura hari ini karena Allah SWT.”

Hikmah Puasa Tasu’a

‘Dari Abu Qatadah RA, bahwasanya Rasulullah ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, Beliau menjawab, “ Puasa tersebut menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”’.

Karena bisa menghapus dosa satu tahun lalu, maka orang muslim hendaknya berpuasa di tanggal 10 Muharam. Namun, karena tanggal ini juga dimuliyakan oleh Yahudi, maka selayaknya umat muslim juga berpuasa satu hari sebelumnya, yakni 9 Muharam.

Selain mengiringi puasa ‘Asyura dan penyelisih antara Muslim dan Yahudi, hikmah puasa Tasu’a lainnya adalah sebagai langkah pencegahan salah hitungan. Artinya, bisa jadi perhitungan manusia salah sehingga yang dikira tanggal 9 Muharam adalah tanggal 10 Muharam sebenarnya.

Catatan Penting Tentang Puasa Tasu’a

Selain puasa pada tanggal 9 Muharam, muncul pendapat lain yang menyebutkan jika puasa tanggal 10 Muharam hendaknya diiringi puasa satu hari sesudahnya atau pada tanggal 11 Muharam. Namun, ternyata hadist yang menyerukan puasa satu hari setelah 10 muharam adalah hadist dhaif, yaitu hadist yang memiliki kekuatan lemah.

Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya”. (HR. Ahmad dan Al Baihaqy. Didhoifkan oleh As Syaikh Al Albany di Dho’iful Jami’ hadits no. 3506).

Hadist ini menyelisihi hadist shohih yang berbunyi :

Jika aku hidup sampai tahun depan tentu aku akan puasa hari kesembilan

Baca Juga: Manfaat dan Khasiat Puasa Asyura, Sejarah, Keutamaan, Waktu, Tata Cara Serta Efeknya

Keutamaan Puasa Tasu’a

Dilakukan untuk mengiringi puasa ‘Asyura, maka keutamaan puasa Tasu’a berkaitan dengan sebab disunahkannya puasa pada tanggal 10 Muharam, yaitu adanya kejadian penting bagi umat Islam. Adapun kejadian penting tersebut antara lain :

  1. Allah menyelamatkan Bani Israil, yaitu Nabi Musa dan para pengikutnya seta mencelakakan Fir’aun dan bala tentaranya dengan menenggelamkannya pada laut merah. Karena alasan ini pula, kaum Yahudi turut mengagungkan tanggal 10 Muharam.
  2. Tanggal 10 Muharam adalah tanggal dimana Allah pertama menciptakan alam (temasuk lautan), menurunkan rahmat dan juga hujan.
  3. Allah menciptakan ‘Arsy, Lauhul Mahfudz dan juga Qalam.
  4. Tanggal Penciptaan Malaikat Jibril.
  5. Tanggal Taubatnya Nabi Adam As.
  6. Tanggal Diangkatnya Nabi Idris ke langit.
  7. Peristiwa banjir bandang di zaman Nabi Nuh untuk menenggelamkan kaum homo serta menyelamatkan Nabi Nuh dengan petunjuk mebuat perahu sebelumnya.
  8. Diangkatnya Penyakit yang diderita Nabi Ayub.
  9. Bebasnya Nabi Yusuf dari dalam penjara.
  10. Keluarnya Nabi Yunus dari dalam perut ikan paus setelah bersiam di dalamnya selama 40 hari 40 malam.

Karena berbagai peristiwa penting di tanggal 10 Muharam inilah umat islam disunahkan berpuasa ‘Asyura. Namun, karena umat Yahudi juga menganggap 10 Muharam sebagai hari agung dan berpuasa pada hari itu, maka Rasulullah menyerukan berpuasa di hari ke 9 Muharam (Tasu’a) sebagai pembeda.

Dari Ibnu Abbas RA berkata: “Nabi SAW tiba di Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari ‘Asyura. Beliau bertanya kepada mereka: “Ada apa ini?”Mereka menjawab, “Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini.”Nabi SAW bersabda, “Saya lebih berhak tehadapi Musa dibandingkan kalian.” Maka beliau berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa ‘Asura.”

Maksud dari perkataan Rasulullah ‘berhak terhadap Musa’ adalah menyinggung para Yahudi yang kafir terhadap Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Oleh karena itu, Rasulullah memerintahkan melakukan puasa satu hari sebelum puasa ‘Asyura sebagai pembeda antara Islam dan Yahudi.

Manfaat Puasa Tasu’a Untuk Kesehatan

Bukan hanya memiliki manfaat dari segi agama aja, puasa sunah tasu’a dan ‘asyura ternyata juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Adapun manfaat tersebut antara lain :

1. Menurunkan Berat Badan

saat sahur dan berbuka adalah waktu ideal untuk bersantap. Hal ini berkaitan dengan metabolisme tubuh yang main lancar ketika berpuasa. Tak hanya itu, berpuasa juga mengurangi kadar kalori yang masuk dalam tubuh sehingga mempercepat pembakaran lemak.

2. Panjang Umur

Salah satu faktor pemicu penuaan adalah makan terlalu banyak. Inilah mengapa orang yang rajin berpuasa wajib dan puasa sunnah cenderung memiliki umur lebih panjang. Namun, puasa sunah tak bisa dijadikan panjang pendeknya umur seseorang. Meski sudah rajin berpuasa, tetaplah Allah yang paling berwenang atas umur hambanya.

3. Menurunkan Kolesterol Jahat

Sebagai salah satu pemicu penyakit mematikan tentu saja kolesterol jahat harus benar-benar dihindari. namun, jika kolesterol jahat sudah telanjur naik, maka melakukan puasa sunnah seperti halnya puasa tasu’a dan ‘asyura bisa membantu menurunkannya.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Karena dapat menurunkan kolesterol jahat, maka puasa tasu’a dan ‘asyura juga  dapat menjaga kesehatan jantung. Selain itu, emosi yang cenderung diredam selama berpuasa juga membuat kinerja jantung lebih stabil sehingga membuatnya lebih sehat.

Efek Puasa Tasu’a

Meski memiliki banyak manfaat, puasa tasu’a ternyata juga memiliki efek samping. Adapun efek tersebut adalah tekanan darah menurun, dehidrasi, rasa lapar hingga kurangnya konsentrasi.

Namun, Anda tak perlu khawatir jika mengalami efek negatif ini. Pasalnya, hal ini sangat lumrah bagi mereka yang berpuasa dan tidak akan menimbulkan efek yang sampai membahayakan tubuh.

Baca Juga: Manfaat dan Khasiat Puasa Arafah, Sejarah, Keutamaan, Waktu, Tata Cara Serta Efeknya

Dari uraian di atas dapat diketahui jika keutamaan  puasa tasu’a tak hanya ada dari sisi agama. Melainkan pula memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Inilah mengapa Islam disebut sebagai agama yang seimbang karena setiap syari’ah yang diajarkannya pasti mengandung faedah di dunia maupun akhirat. Wallahu a’lam bisshawab.

Advertisements

Loading...
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya dari Agama

Advertisements

Terbaru

Minyak Kutus Kutus, Manfaat Minyak Kutus Kutus, Kegunaan Minyak Kutus Kutus, Kelebihan Minyak Kutus Kutus, Khasiat Minyak Kutus Kutus, Efek Samping Minyak Kutus Kutus
MPASI, manfaat MPASI, Khasiat MPASI
Sholat Istiharah, Manfaat Sholat Istiharah, Khasiat Sholat Istiharah
Gluta Pabacea, Manfaat Gluta Pabacea, Khasiat Gluta Pabacea
Sistem-Informasi-Geografis, Manfaat Sistem-Informasi-Geografis
Cara Menghilangkan Kutu Rambut, Kutu Rambut, Kutu, Masalah Rambut
Cara Menghilangkan Kantung Mata, Kantung Mata, Mata, Masalah Kantung Mata, Penyebab Timbulnya Kantung Mata
Menghilangkan Komedo, Cara Menghilangkan Komedo, Komedo, Mengurangi Komedo
Puasa Syawal, Manfaat Puasa Syawal, Khasiat Puasa Syawal, Tata Cara Puasa Syawal, Cara Melakukan Puasa Syawal
Cara Memutihkan Kulit, Memutihkan Kulit, Memutihkan Kulit Tangan, Memutihkan Kulit Wajah, Memutihkan Kulit Kaki
Setrika Wajah, Manfaat Setrika Wajah, Khasiat Setrika Wajah, Cara Setrika Wajah, Gambar Setrika Wajah, Tuorial Setrika Wajah
Wudhu, Manfaat Wudhu, Khasiat Wudhu, Keutamaan Wudhu, Thaharah
Suntik Vitamin C, Manfaat Suntik Vitamin C, Khasiat Suntik Vitamin C
Keanekaragaman Hayati
Garnier Sakura White, Manfaat Garnier Sakura White, Pelembab Kulit, Manfaat Garnier Sakura White, Khasiat Garnier Sakura White, Kegunaan Garnier Sakura White, Kelebihan Garnier Sakura White
Silaturahmi, Manfaat Silaturahmi Khasiat Silaturahmi, Hikmah Silaturahmi, Pahala Silaturahmi
Puasa Tasu'a, Manfaat Puasa Tasu'a, Khasiat Puasa Tasu'a
Nu Amoorea, Manfaat Nu Amoorea, Sabun Anoorea, Sabun Nu Amoorea, Sabun Kecantikan
Nano Spray, Manfaat Nano Spray, Khasiat Nano Spray
Advertisements
To Top