Advertisements
Connect with us

100 Pengertian, Ruang Lingkup, Tujuan, Model, Komponen dan Manfaat Sistem Informasi Geografis

Teknologi

100 Pengertian, Ruang Lingkup, Tujuan, Model, Komponen dan Manfaat Sistem Informasi Geografis

Manfaat Sistem Informasi Geografi – Sistem Informasi Geografis atau yang lebih sering disingkat dengan dan dikenal sebagai  SIG merupakan suatu sistem informasi khusus untuk mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). SIG juga dapat dimaknai sebagai  suatu sistem komputer yang mempunyai kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola serta menampilkan informasi berefrensi geografis, contohnya yaitu data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Sistem-Informasi-Geografis, Manfaat Sistem-Informasi-Geografis

Sistem Informasi Geografi juga dapat dimakanai sebagai sistem yang berbasis komputer, pada SIG disajikan data-data permukaan bumi secara lengkap. Data-data SIG dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain: citra foto, biro pusat, statistik dan data-data yang berasal dari hasil penelitian.

Didalam Sistem informasi geografis, seluruh data pada suatu wilayah dapat disimpan,  dimanipulasi dan dianalisis secara bersama menggunakan komputer. Dengan kecanggihan ilmu dan teknologi, maka komputer adalah alat yang mampu menangani basis data dan mampu menampilkan data yang berupa gambar maupun grafik, ini merupakan suatu pilihan untuk menyajikan peta.

Pengertian Sistem Informasi Geografis

Definisis SIG menurut para ahli sangatlah beranekaragam, karena memang defenisi Sistem Informasi Geografis memang selalu berkembang, bervariasi dan beragam. Berikut ini adalah beberapa pengertian dari SIG.

Loading...
  1. Kang-Tsung Chang (2002), mendefinisikan SIG sebagai : is an a computer system for capturing, storing, querying, analyzing, and displaying geographic data.
  2. SIG sebagai suatu sitem yang berbasis komputer harus memiliki kemampuan dalam menangani data dari berbagai referensi geografi yaitu pemasukan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali),manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir. Hasil akhir atau output dapat digunakan sebagai acuan untuk mengambil keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi, Arronoff (1989).
  3. Selain itu, Gistut (1994) juga mengartikan SIG adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. Sebuah Sistem Informasi Geografis yang lengkap harus mencakup semua metodologi dan teknologi yang diperlukan yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak serta struktur organisasi.

Ruang Lingkup Sistem Informasi Geografis

Terdapat 5 proses atau tahapan dasar SIG yaitu:

1. Input Data

Pada Proses awal, dilakukan proses input data yang digunakan untuk memasukkan data spasial dan data non-spasial. Data spasial dapat berupa peta analog. SIG harus menggunakan peta digital, sehingga peta analog tersebut harus terlebih dahulu dikonversi dalam bentuk peta digital menggunakan alat digitizer. Selain melakukan digitasi, dapat juga dilakukan proses overlay dengan melakukan proses scanning pada peta analog.

2. Manipulasi Data

Pada bagian manipulasi data pada SIG ini bertujuan agar data dapat sesuai dengan sistem yang digunakan. Oleh sebab itu, SIG mampu melakukan fungsi edit baik untuk data spasial maupun non-spasial.

3. Manajemen Data

Data spasial yang telah melalui proses input data, selanjutnya masuk ke dalam proses pengolahan data non-spasial. Pengolahan data non-spasial mencakup penggunaan DBMS untuk menyimpan data yang berukuran besar.

4. Query dan Analisis

Query adalah proses analisis yang dilakukan secara tabular. Disini SIG dapat melakukan dua jenis analisis data, diantaranya:

a. Analisis Proximity

Analisis Proximity yaitu analisis geografi berbasis pada jarak antar layer. SIG menggunakan proses buffering untuk menentukan dekatnya hubungan antar sifat bagian yang ada.

b. Analisis Overlay

Sedangkan Analisis Overlay yaitu proses penyatuan data lapisan layer yang berbeda. Dalam arti lain overlay merupakan operasi visual yang memerlukan lebih dari satu layer untuk digabungkan secara fisik.

5. Visualisasi

Tahap akhir merupakan proses Visualisasi yang nantinya beberapa tipe operasi geografis, hasil akhir yang terbaik akan diwujudkan dalam bentuk peta atau grafik. Peta sangat efektif untuk menyimpan dan memberikan informasi geografis secara jelas.

Tujuan Penggunaan Sistem Informasi Geografis

  1. Di lingkup individu: SIG sangat efektif dalam membantu proses pembentukan, pengembangan, atau perbaikan pada  peta mental yang telah dimiliki oleh setiap orang yang berdampingan dengan dunia nyata.
  2. Di lingkup pendidikan: SIG efektif digunakan sebagai alat bantu utama dalam usaha meningkatkan pemahaman, pengertian dan pembelajaran mengenai ide atau konsep sebuah lokasi, ruang, kependudukan dan informasi geografis lainnya.
  3. Di lingkup penelitian: SIG dapat memberikan gambaran yang lengkap dan akurat terhadap suatu masalah nyata yang terkait dengan data spasial permukaan bumi. Selain itu, SIG juga memiliki kemampuan yang baik dalam memvisualkan data spasial. Sehingga mempermudah dalam modifikasi warna, bentuk, dan ukuran simbol yang diperlukan untuk menggambarkan unsur-unsur permukaan bumi. Pengguna juga dapat menginterpretasikan data yang didapat melalui SIG secara manual.

Model dan Jenis Sistem Informasi Geografis

Paling tidak ada 4 jenis data yang dikenal dalam Sistem Informasi Geografis, yakni:

  • Data Spasial

Data Spasial dapat menunjukan posisi ruang (letak geografis) dari suatu fenomena. Letak suatu daratan, informasi garis bujur dan garis lintang, kepulauan, sumber minyak, hutan, sumber gas alam, perbukitan dan pegunungan merupakan beberapa contoh dari data spasial.  Data spasial ini dapat digunakan untuk mengidentifikasikan lokasi, misalnya Kode Pos.

  • Data Atribut

Data atribut merupakan data yang menjabarkan aspek dari suatu fenomena dalam bentuk deskripsi atau penjelasan yang terperinci. Data ini tergambar dalam bentuk kata-kata, angka, serta tabel. Data atribut yang dapat dijumpai pada data kepadatan penduduk, data luas wilayah, jenis-jenis tanah, data demografis, dan sebagainya.

  • Data Vektor

Data vektor merupakan data yang dapat diwakili menjadi suatu mozaik berupa titik/point, garis (arc/line), polygon adalah daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama, serta nodes adalah titik perpotongan antara dua garis. Kegunaan data vektor ini untuk menganalisa ketepatan posisi pada suatu wilayah atau mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa fitur.

  • Data Raster

Data raster juga sering disebut dengan sel grid merupakan data yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh. Disini objek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element). Resolusi pada data raster tergantung pada ukuran pixelnya. Dengan kata lain resolusi menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra

Komponen Sistem Informasi Geografis

SIG merupakan suatu sistem kompleks yang biasanya telah terintegrasi dengan lingkungan sistem-sistem komputer yang lain di tingkat fungsional dan jaringan. Sistem SIG terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut:

  1. Perangkat keras (hardware) antara lain berupa komputer (PC), Mouse, printer, digitizer, plotter, dan scanner.
  2. Perangkat lunak (software), berupa modul-modul program seperti Arc/info, Arc View, Mapinfo, R2V.
  3. Data dan informasi geografi, berupa data spasial (peta), foto udara, citra satelit, dan data atribut seperti data penduduk, data pertambangan, data industri.
  4. Manajemen, berupa SDM yang mempunyai keahlian mengelola SIG.

Sumber Data Sistem Informasi Geografis

Sepertihalnya yang telah dituturkan oleh Paryono (1994), SIG memerlukan input data agar dapat berfungsi dan dapat memberikan informasi hasil analisisnya. Data masukan tersebut dapat ditemukan dalam tiga sumber, yaitu lapangan, peta, serta citra penginderaan jauh.

  1. Data lapangan. Data ini diperoleh langsung dari pengukuran lapangan secara langsung, seperti misalnya pH tanah, salinitas air, curah hujan, jenis tanah, dan sebagainya;
  2. Data peta. Data peta ini merupakan informasi yang telah terekam pada peta kertas atau film, dikonversikan ke dalam bentuk digital. Misalnya, peta geologi, peta tanah dan sebagainya. Jika data tersebut telah terekam dalam bentuk peta, maka tidak diperlukan data lapangan, kecuali untuk mengecek kebenarannya.
  3. Data citra pengideraan jauh. Citra penginderaan jauh yang berupa sebuah foto udara atau pun radar dapat diinterpretasi terlebih dahulu sebelum dikonversi ke dalam bentuk digital. Sementara itu, citra yang didapatkan dari hasil satelit yang telah berbentuk digital dapat langsung digunakan setelah dilakukan koreksi seperlunya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ketiga sumber tersebut saling mendukung satu terhadap yang lain. Data lapangan dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat peta fisis, sedangkan data penginderaan jauh juga memerlukan data lapangan yang akan digunakan memastikan kebenaran data tersebut. Apabila ketiga sumber data tersebut telah saling berkaitan, melengkapi dan mendukung, sehingga tidak boleh ada yang diabaikan.

Data yang belum dalam bentuk digital dapat diubah menjadi bentuk digital dengan menggunakan cara manual, yaitu mengubah informasi geografis menjadi data digital dengan sistem kisi-kisi (grid or raster system). Cara manual lain namun lebih canggih adalah dengan menggunakan digitizer, sedangkan yang otomatis, menggunakan scanner (Suryono, dkk. 1994).

Tahapan Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis memiliki beberapa tahapan kerja, yaitu: masukan (input), proses dan keluaran atau hasil (output). Secara simpel, tahapan kerja SIG adalah sebagai berikut:

1. Masukan Data (Input Data)

Masukan data atau Input data memiliki tugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini bertanggungjawab dalam mengkonversi atau mentranspormasikan format data asli ke dalam format atau bentuk yang dapat diterima dan dapat dipakai dalam SIG.

Masukan data yang tepat merupakan prasyarat mutlak dalam analisis dan pemodelan SIG. Masukan data di dalam SIG adalah semua data spasial informasi geosfera yang dapat berwujud tabel, grafik, data digital, foto udara, peta dan lain-lain. Informasi litosfera yang merupakan masukan dalam SIG tersebut meliputi informasi litosfera, pedosfera, hidorfera, biosfera, antroposfera dan atmosfera.

Masukan data tersebut perlu untuk dikontrol kualitasnya karena masukan tersebut sangat menentukan kualitas hasil yang diperoleh. Di dalam SIG, cara pemasukan data dapat dilakukan melalui 3 cara yaitu:

  1. Penyiaman merupakan proses pengubahan data grafis kontinue menjadi suatu data grafis diskrit yang terdiri atas sel-sel penyusun gambar/piksel (penyiaman dapat dari sensor atau penyiaman data grafos analog/peta). Ciri hasil penyiaman berupa struktur data raster, informasi bersifat implisit (setiap warna/rona yang berbeda diwakili oleh nilai piksel yang berbeda).
  2. Digitasi merupakan proses pengubahan data grafis analog menjadi suatu data grafis digital. Dari proses digitas inilah yang nantinya akan menghasilkan struktur data vektor, data disimpan dalam bentuk titik (point), garis atau segmen (line) dan bidang (area, polygon)
  3. Tabulasi merupakan pemasukan data atribut (semua informasi non grafis yang dirujukan pada posisi geografis) melalui pembuatan tabel

Masing-masing cara tersebut memberikan data dengan struktur dan karakteristik yang berbeda.Masing-masing cara tersebut memberikan data dengan struktur dan karakteristik yang berbeda.

2. Pengelolaan Data

Subsistem pengelolaan data pada dasarnya dapat digunakan untuk menimbun dan menarik kembali dari arsip data yang tertumpuk dasar. Pengorganisasian data dalam bentuk arsip dapat dimanfaatkan dalam subsistem pengelolaan data. Pengorganisasian data keruangan, pengambilan dan analisis data merupakan fungsi dari bagian sistem pengelolaan data. Masukan data dalam SIG, selanjutnya disimpan di dalam basis data (data base) pada memori komputer. Jika diinginkan, data yang telah tersimpan dapat dipanggil, dikoreksi, diklasifikasikan, pengharkatan, manipulasi dengan data lain atau diproses dengan formula tertentu, sehingga diperoleh keluaran baru.

Basis data geografis merupakan koleksi data bereferensi spasial (geografis), disimpan secara bersama, tanpa adanya pengulangan, untuk aplikasi pada berbagai kajian seoptimal mungkin. Data geografis mempunyai 3 komponen: lokasi geografis (berupa lokasi absolut dan lokasi relatif), atribut (dapat berupa data nominal, ordinal, interval dan ratio), serta waktu (yang menunjukkan saat data dimasukkan). Secara bertahap SIG dibangun berdasarkan sistem pengelolaan basis data (data base management system). Menurut Valenzuela (1991), ada dua pendekatan dalam menggunakan sistem pengelolaan basis data yaitu (a) sistem pengelolaan basis data yang mengelola data spasial dan data non spasial bersama-sama, sedangkan data spasial dikelola langsung oleh SIG.

3. Analisis Data dan Simulasi

Analisis data dan simulasi ini menentukan informasi apa saja yang dapat dihasilkan oleh SIG dan berfungsi untuk membedakan data yang akan diproses dalam SIG. Subsistem ini dapat digunakan untuk merubah format data, mendapatkan parameter dan melalui proses dalam pengelolaan data dapat pula diketahui hambatan yang timbul. Salah satu dari kelebihan SIG adalah pada stimulasi dan menghasilkan informasi baru berdasarkan data yang ada. Contoh simulasi dan analisis data dalam SIG adalah:

a. Penyuntingan untuk pemutakhiran data

Penyuntingan berkaitkan dengan adanya pemutakhiran (up dating) data, contohnya dalam revisi peta tematik digital, dapat dilakukan secara langsung tanpa perlu mendigitasi dari awal.

b. Interpolasi spasial

Interpolasi spasial dapat dimungkinkan untuk pembuatan peta baru dengan menggunakan peta yang tersedia pada basis data. Misal dalam pembuatan peta lereng dan peta ketinggian, dapat diperoleh melalui interpolasi data kontur dan data ketinggian yang telah ada dalam basis data.

c. Tumpangsusun (Overlay) peta

Peta-peta dari berbagai tema dapat ditumpang susun, sehingga menghasilkan satuan-satuan pemetaan baru, dengan informasi baru. Melalui map crossing, kalkulasi peta dan tumpang susun dengan bantuan tabel 2 dimensi Operasi tumpang susun dapat dilakukan.

d. Keluaran Data (Data Output)

Subsistem keluaran data ini digunakan untuk menayangkan maupun hasil analisis data geografis secara kuantitatif maupun kualitatif. Keluaran SIG dapat berupa peta cetakan (hardcopy), rekaman (softcopy), dan tayangan (display). Grafik, peta, tabel atau hasil olahan statistik merupakan wujud dari keluaran data atau output. Melalui keluaran ini pengguna dapat melakukan identifikasi informasi yang diperlukan sebagai bahan dalam pengambilan kebijakan maupun perencanaan.

Manfaat Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis dapat dapat dijadikan alat untuk mempermudah dalam menperoleh data-data yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi atau obyek. Data-data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk dijital. Sistem ini dapat menghubungkan data spasial (lokasi geografis) dengan data non spasial, sehingga para penggunanya dapat membuat peta serta menganalisa informasinya dengan berbagai cara.

SIG merupakan alat untuk menangani data spasial, dimana dalam SIG data dipelihara dalam bentuk digital sehingga data akan lebih padat dibanding dalam bentuk peta cetak, table, atau dalam bentuk-bentuk konvensional lainya yang akhirnya akan mempercepat pekerjaan dan meringankan biaya yang diperlukan (Barus dan Wiradisastra, 2000 dalam As Syakur 2007).

Menurut Anon (2003, dalam As Syakur 2007) ada beberapa alasan yang mendasari mengapa perlu menggunakan SIG, alasan yang mendasar adalah:

  1. SIG menggunakan data spasial maupun atribut secara terintergarsi
  2. SIG dapat memilah antara bentuk presentasi dan basis data
  3. SIG mempunyai kemampuan untuk menguraikan unsur-unsur yang ada pada permukaan bumi kedalam beberapa layer atau coverage data spasial
  4. SIG mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam menvisualisasikan data spasial beserta atributnya
  5. Semua operasi SIG dapat dilakukan secara interaktif
  6. SIG dengan mudah menghasilkan peta -peta tematik
  7. SIG sangat membantu pekerjaan yang erat kaitanya dengan bidang spasial dan geoinformatika.

Keunggulan Sistem Informasi Geografis

  1. SIG mampu memvisualisasikan informasi spasial dalam berbagai tampilan.
  2. SIG mampu digunakan dalam berbagai keperluan terkait geografi.
  3. SIG mampu menyediakan solusi terhadap masalah serta dapat memodelkan bencana alam secara akurat.
  4. SIG sangat efisen dalam manajemen waktu.
  5. SIG mampu mengumpulkan data secara cepat.
  6. SIG mampu membaut katalog data.
  7. SIG mampu menyajikan informasi spasial di segala bidang.
  8. SIG mampu menyajikan data spasial dengan akurasi tinggi disertai dengan prediksi dan analisa yang tepat.
  9. SIG mampua mengorganisasi atau integrasi dengan software lain.
  10. SIG mampu menginterpretasi data kedalam beberapa model seperti diagram, grafik, peta dan lainnya.
  11. SIG mampu menjawab pertanyaan dan memecahkan masalah dengan cara menganalisa data secara otomatis dan bermakna

Kelemahan Sistem Informasi Geografis

  1. SIG adalah salah satu software yang relatif mahal
  2. SIG memerlukan data dalam jumlah yang banyak dan seringkali error
  3. Resolusi gambar kadang buram
  4. Dapat merusak privasi seseorang
  5. Biaya perawatan SIG sangat mahal
  6. Memerlukan tenaga ahli yang benar-benar handal
  7. Seringkali digunakan untuk memunculkan berita hoax tentang suatu lokasi
  8. Memerlukan komputer yang sangat cepat dan canggih
  9. Tidak semua komputer dapat mendukung sistem dari SIG karena terdapat minimal requirenments.
  10. Selalu harus update data waktu ke waktu yang memakan memori sebuah hardware

Baca Juga: Manfaat dan Khasiat Internet untuk Segala Bidang Serta Dampak Negatif

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat dimanfaatkan untuk investigasi ilmiah, sumber daya, pengelolaan , perencanaan pembangunan, perencanaan rute dan kartografi. Contohnya, SIG dapat menolong perencana secara cepat dalam menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam. Sistem Informasi Geografis juga dapat dimanfaatkan dalam memperoleh lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari adanya polusi.

Advertisements

Loading...
Continue Reading

Lainnya dari Teknologi

Advertisements

Terbaru

MPASI, manfaat MPASI, Khasiat MPASI
Sholat Istiharah, Manfaat Sholat Istiharah, Khasiat Sholat Istiharah
Gluta Pabacea, Manfaat Gluta Pabacea, Khasiat Gluta Pabacea
Sistem-Informasi-Geografis, Manfaat Sistem-Informasi-Geografis
Cara Menghilangkan Kutu Rambut, Kutu Rambut, Kutu, Masalah Rambut
Cara Menghilangkan Kantung Mata, Kantung Mata, Mata, Masalah Kantung Mata, Penyebab Timbulnya Kantung Mata
Menghilangkan Komedo, Cara Menghilangkan Komedo, Komedo, Mengurangi Komedo
Puasa Syawal, Manfaat Puasa Syawal, Khasiat Puasa Syawal, Tata Cara Puasa Syawal, Cara Melakukan Puasa Syawal
Cara Memutihkan Kulit, Memutihkan Kulit, Memutihkan Kulit Tangan, Memutihkan Kulit Wajah, Memutihkan Kulit Kaki
Setrika Wajah, Manfaat Setrika Wajah, Khasiat Setrika Wajah, Cara Setrika Wajah, Gambar Setrika Wajah, Tuorial Setrika Wajah
Wudhu, Manfaat Wudhu, Khasiat Wudhu, Keutamaan Wudhu, Thaharah
Suntik Vitamin C, Manfaat Suntik Vitamin C, Khasiat Suntik Vitamin C
Keanekaragaman Hayati
Garnier Sakura White, Manfaat Garnier Sakura White, Pelembab Kulit, Manfaat Garnier Sakura White, Khasiat Garnier Sakura White, Kegunaan Garnier Sakura White, Kelebihan Garnier Sakura White
Silaturahmi, Manfaat Silaturahmi Khasiat Silaturahmi, Hikmah Silaturahmi, Pahala Silaturahmi
Puasa Tasu'a, Manfaat Puasa Tasu'a, Khasiat Puasa Tasu'a
Nu Amoorea, Manfaat Nu Amoorea, Sabun Anoorea, Sabun Nu Amoorea, Sabun Kecantikan
Nano Spray, Manfaat Nano Spray, Khasiat Nano Spray
Menggunakan Jilbab, Manfaat Menggunakan Jilbab, Berjilbab, Berhijab
Advertisements
To Top